Cemara Bermendung
Desember 3rd, 2006 by Vee
Karya Oktavian Kasih Kumala Dewi
Hari ini hujan tak henti-hentinya turun
Malamku ini ranum begitu
mendengar langkahmu yang menggoda batin dan
jiwaku. Namun perasaan ini masih mencoba untuk
bertahan. Bertahan dari rayuan yang terasa bagai
mimpi dalam angan.
Langkahmu semakin mendekat, semenatara
kutengok hutan cemara di luar.
Yang dibasahi oleh air hujan dan tak lupa
petir menemani.
Kubuka jendela kamar tempat kita akan beradu
Kupandang langit gelap nan dingin
Tak kutemukan sebutir bintang dan rembulan yang
saling memancar sinar.
Sayang, aku kesepian. Aku kedinginan
Akankah kau tiba di bibir kamar dan
menyapaku dengan kehangatan nafasmu
Entahlah.
Tapi aku merasa menjadi bagian dari cemara-cemara yang
mendung.
Aku kesepian.
Aku rindu mendengar deru langkahmu yang membuat
roma di kulitku bergidik
Disini. Di kamar ini, Sayang.
Aku akan terus menunggumu
dan tanpa henti kutunggu kau sambil memandang
hutan cemara yang tak akan kering oleh hujan