KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kini Duka Ku Tak Terbendung

Kala kabut kebencian menyelimuti hati

Dan pikiran terbungkus kehinaan

Maka tiap tutur yang terucap seperti sampah

Yang terbuang tanpa penyesalan

Tak ada kuasa tuk lepaskan diri

Dari jalin-jalin yang terkunci oleh kebusukan

Dan kegilaan yang melemahkan

Aku menjadi karya megah dari sejarah

Sejarah yang menghargai diri dengan

Segala bentuk ketersiksaan hingga menyentakku

Dan tersadar bahwa aku adalah manusia yang penuh coba

Melemparkanku dalam putaran waktu yang habis terlewati dengan air mata

Hanya menunggu dan mencoba bertahan

Sampai helaan nafas yang paling akhir

Dengan apa menebus kebahagiaan yang kini membatu

Hingga ribuan waktu tak kan sanggup mengikis

Satu demi satu dan menyemaikannya kembali

Sahaja ku karna cinta, tapi cintaku

Menyeretku dalam kegelapan hingga pelita di hati ini

Terasa remang, perlahan-lahan meredup dan padam

Bagaimana lagi merekatkan tiap serpihan yang tlah hilang

Hingga penyesalan sekalipun tak kan mengembalikan semua ke pangkuan

Ketika diri dihadapkan pada situasi dimana tak ada lagi kesempatan untuk memilih

Menjalani segalanya dengan kepasrahan

Berbekal angan yang masih tersisa

Hanya itu

Tinggalkan Komentar