KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan November 2006

Roda-Roda

Roda-roda

Berderak maju

Menggilas semut kecil

Melumat tikus curut

Melindas kaki-kaki

Berdaki
.

Roda-roda

Berwarna merah

Penuh daki

dan darah
.
.

Malioboro, Juli 2003

Shadow of Heaven

Paris hanya bisa meringkuk memeluk lututnya dan meletakan kepalanya di atas lututnya yang dekil. Matanya menerawang lurus entah ke mana. Ia hanya menatap apa yang ada di depannya.

“Mama, Mama, kapan kita akan keluar dari lubang ini?” Seorang anak kecil bertanya polos. Paris mendengarnya.

15.43 WIM 28 juni 05

menapak di titian jarak yang mengikis waktu

merangkai serpihan-serpihan yang sempat tercerai

menyatukannya dalam dimensi tak berbatas
.

ada yang hilang saat kembali dari khayalan

puing-puing kenangan bertabur dalam indahnya angan

namun tak ayal menghancurkan impian
.

Kelam

Aku berjalan menyusuri pantai

menapaki pasir putih

Meninggalkan jejak demi jejak

Di belakangku

Aku berlari dan terus berlari

mengejar suatu yang tak pasti

hanya deburan ombak yang menjadi saksi

bagai riak-riak gelombang

berkejar-kejaran hingga ke tepi

bersahut-sahutan tanpa henti

Butiran bening mengalir

membasahi raut wajah ini

Jatuh satu demi satu

tanpa kusadari

Tak ada duka,

bukan juga kecewa

Tapi entah kenapa?

Ada sesak merasuki jiwa

menjalari aliran darah yang enggan berhenti

Ada rindu menyelinap sukma

menggerogoti sebongkah hati tak bertulang

Aku ingin menulis di atas kasih yang tulus

Tentang kisah yang tak pernah kau dengar

Yang bercerita sedih di tiap rintih

Melanjutkan kehidupan yang sempat tertunda

Dari cerita yang tak bertuan ini
.

Tiap-tiap batas yang tak henti kau tembus

Buktikan kau sanggup menembus sehelai kain

Simfoni

Hari ini hujan begitu deras

Banjiri got yang tak henti berpenghuni mainan

Kau tadi katakan di sana ada sejuk yang telah lama

Di nanti, sambil tertawa kau ingatkan ku jangan memaksamu lagi

Tentang cinta yang tak pernah terjalin katamu!
.

Air menetes luluhkan bumi yang rindu senyummu

Agni menatap seorang cowok yang berada di tengah lapangan basket itu. Sosok yang dari tadi menyedot seluruh perhatian nya. Menatap cowok yang mampu membuat cewek-cewek histeris saat ia tersenyum, cowok yang mampu menguasai medam tempat ia berpijak. Genta, nama nya. Entah sejak kapan dewi fortuna menghampiri hidup Agni yang suram. Membuat cewek itu terpana saat Genta berharap bisa menjadi cowok nya. Itu terjadi 4 tahun lalu. Jauuuh sebelum Genta terkenal seperti sekarang.

Siang ini kita melihat bintang kecil di gengaman tangan kita

Lewati cakrawala tak bertepi

Matamu menatap dingin bintang-bintang kecil itu

Menghafal arah angin yang tak pernah selesai

Mengingat rasi yang tak pernah melekat di hatimu

Mungkin hanya aku yang bisa kau ingat?

Sesaat tadi kau tidur di bahuku

Setelah teteskan air mata

Merajuk mesra padaku

Memohon agar ku tak memakasamu
.

Tapi di jarimu telah ku katakan dengan tulus tentang hati ini

Di mataku telah ku gambar ketulusan ini

Maaf bila ku membuatmu menangisi pertemuan ini

« Prev - Next »