Roda-Roda
Posted in Puisi, Intermezzo on November 30th, 2006 No Comments »
Roda-roda
Berderak maju
Menggilas semut kecil
Melumat tikus curut
Melindas kaki-kaki
Berdaki
.
Roda-roda
Berwarna merah
Penuh daki
dan darah
.
.
Malioboro, Juli 2003
Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi, Intermezzo on November 30th, 2006 No Comments »
Roda-roda
Berderak maju
Menggilas semut kecil
Melumat tikus curut
Melindas kaki-kaki
Berdaki
.
Roda-roda
Berwarna merah
Penuh daki
dan darah
.
.
Malioboro, Juli 2003
Posted in Cerpen, Kelam on November 30th, 2006 No Comments »
Paris hanya bisa meringkuk memeluk lututnya dan meletakan kepalanya di atas lututnya yang dekil. Matanya menerawang lurus entah ke mana. Ia hanya menatap apa yang ada di depannya.
“Mama, Mama, kapan kita akan keluar dari lubang ini?” Seorang anak kecil bertanya polos. Paris mendengarnya.
Posted in Puisi, Kerinduan dan kenangan on November 30th, 2006 No Comments »
| 15.43 WIM | 28 juni 05 |
menapak di titian jarak yang mengikis waktu
merangkai serpihan-serpihan yang sempat tercerai
menyatukannya dalam dimensi tak berbatas
.
ada yang hilang saat kembali dari khayalan
puing-puing kenangan bertabur dalam indahnya angan
namun tak ayal menghancurkan impian
.
Posted in Puisi, Intermezzo, Kelam on November 30th, 2006 No Comments »
Aku berjalan menyusuri pantai
menapaki pasir putih
Meninggalkan jejak demi jejak
Di belakangku
Aku berlari dan terus berlari
mengejar suatu yang tak pasti
hanya deburan ombak yang menjadi saksi
bagai riak-riak gelombang
berkejar-kejaran hingga ke tepi
bersahut-sahutan tanpa henti
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Jeritan on November 30th, 2006 No Comments »
Butiran bening mengalir
membasahi raut wajah ini
Jatuh satu demi satu
tanpa kusadari
Tak ada duka,
bukan juga kecewa
Tapi entah kenapa?
Ada sesak merasuki jiwa
menjalari aliran darah yang enggan berhenti
Ada rindu menyelinap sukma
menggerogoti sebongkah hati tak bertulang
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat on November 30th, 2006 No Comments »
Aku ingin menulis di atas kasih yang tulus
Tentang kisah yang tak pernah kau dengar
Yang bercerita sedih di tiap rintih
Melanjutkan kehidupan yang sempat tertunda
Dari cerita yang tak bertuan ini
.
Tiap-tiap batas yang tak henti kau tembus
Buktikan kau sanggup menembus sehelai kain
Posted in Puisi on November 30th, 2006 No Comments »
Hari ini hujan begitu deras
Banjiri got yang tak henti berpenghuni mainan
Kau tadi katakan di sana ada sejuk yang telah lama
Di nanti, sambil tertawa kau ingatkan ku jangan memaksamu lagi
Tentang cinta yang tak pernah terjalin katamu!
.
Air menetes luluhkan bumi yang rindu senyummu
Posted in Cerpen, Cinta, Keluarga dan Sahabat on November 29th, 2006 1 Comment »
Agni menatap seorang cowok yang berada di tengah lapangan basket itu. Sosok yang dari tadi menyedot seluruh perhatian nya. Menatap cowok yang mampu membuat cewek-cewek histeris saat ia tersenyum, cowok yang mampu menguasai medam tempat ia berpijak. Genta, nama nya. Entah sejak kapan dewi fortuna menghampiri hidup Agni yang suram. Membuat cewek itu terpana saat Genta berharap bisa menjadi cowok nya. Itu terjadi 4 tahun lalu. Jauuuh sebelum Genta terkenal seperti sekarang.
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat on November 29th, 2006 No Comments »
Siang ini kita melihat bintang kecil di gengaman tangan kita
Lewati cakrawala tak bertepi
Matamu menatap dingin bintang-bintang kecil itu
Menghafal arah angin yang tak pernah selesai
Mengingat rasi yang tak pernah melekat di hatimu
Mungkin hanya aku yang bisa kau ingat?
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat on November 29th, 2006 No Comments »
Sesaat tadi kau tidur di bahuku
Setelah teteskan air mata
Merajuk mesra padaku
Memohon agar ku tak memakasamu
.
Tapi di jarimu telah ku katakan dengan tulus tentang hati ini
Di mataku telah ku gambar ketulusan ini
Maaf bila ku membuatmu menangisi pertemuan ini