Elegi Keber-Ada-an
November 28th, 2006 by fifi
Serasa ada kau disini
dan aku … yang bahagia
mulai bicara apa saja
‘Lihatlah, tak ada awan hitam dilangit’
‘Matahari bersinar lembut memingit’
‘Betapa sempurna jika kita bersama’
Yang Berbisik menanti yang ‘kan terjadi
Tak ada kata yang menyela
Kau memandangku dengan setia
Senyumku menyelinap serupa bulan
Bagitu saja diujungnya malam
Yang Tertangguhkan memberimu ilham
‘Tak hanya Sang Rama ke hutan belantara,
mencari kijang emas untuk Sinta’
‘Tak hanya Hawa turun kedunia,
menemani Adam menghapus dosa’
Bersayap dan berlalu
“Tunggulah sejenak, kan kulangkahkan kakiku untukmu’
‘Lihat, Tsurayya penuh bintang’
Lalu … perlahan kauberikan
Satu demi satu kepangkuan
Sang Penggoda meminjamkan kesenangannya
Aku bernyawa
Aku dengar detaknya
Aku rasa aliran jiwanya
Seluruh tabir ingin kumiliki
Wajah ini biar tertutupi
Kemerahan berarti
Berkata hanya dalam hati
Sang Penyela menambah bagiannya
Jangan bicara bisa hentikan nadiku
Jangan bergerak bisa lumpuhkan tulangku
Cukup engkau yang terdiam
Adamu meng-ada-kan nyawa
Luruh jua selaksa luka
Sang Malaikat Penjaga tetap bertasbih
Entah doa apa yang terus dipanjatkan
Tertunduk dalam - dalam
Tiada menatap hanya menggumam
Dan senyata kau tiada
Pergi jauh kearah biara
Begitu hebat derita kurasa
Sangkaku kesalahan
Doaku tak terkabulkan
Ada-ku lebih mengecewakan