KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Surat Hujan

surat hujan, 1

kepada: nyanyian luka di gigir gunung berkabut
sesemak pakis kalut
dan humus yang lembab dan purba
menyerap gigilnya, mendekap pedihnya

: besok kuciduk tangismu
di perigi itu
membayang air mukamu

jogja, 2004

.

surat hujan, 2

tak kaujawab, tangisku

sekumpulan kuntul melepas petang dengan kepaknya
langit lumpuh
merawankan nada-nada siter-gambang

ah, nyanyian!
tak boyak kita tembangkan
layari gundah malam

jogja, 2004

.

surat hujan, 3

“senja itu apa, mama?”

senja adalah tempat kita menyimpan usia
saat dinginmu menggembungkan kantung-kantung awan
dan kita tempelkan hidung ke kaca jendela
: hangat nafas, doa putih tanpa kata

jogja, 2004

.

surat hujan, 4

: kukirim padamu

embun yang lengang, enggan menguap
memilih resap
ke basah tanah di bawah
kelopak kuning tua

jogja, 2004

.

surat hujan, 5

apakah aku perlu menyanyi?
dingin subuh, terang tanah menjauh
kausiapkan kopi dan roti
dengan sekerat jejak sepi

: eli, eli, lama sabakhtani?

jogja, 2004

.

surat hujan, 6

seorang bocah tertawa:
awan-awan cokelat, membara
ibu mewarnainya
ia memberiku seekor kuda
melesat di angkasa

“ayah!”

jogja, 2004

Tinggalkan Komentar