Sepi, Aku Rindu
November 27th, 2006 by alamani
April 2004
Nikmat sepi ini, jauh hingar bingar itu, lama sudah berkawan malam, sendirian
lusa lalu,
bibir manis itu mengerucut, marah padaku
merajuk-rajuk mendekap pundakku
“ada apa? aku mencintaimu?”
lusa lalu,
sahabat-sahabat menderaku
“jujur deh, hipokrit kamu!”
Akupun tak lagi takut tertawa, karena sahabat kecilku kini bermata malaikat, aku percaya, hati putihnya, mengenalku, keraguanku
Aku bukan hipokrit,
aku hanya ingin berbagi menanggung beban kekasihku
ya, seharusnya kuberikan mata cintaku, tanpa ragu, tanpa malu, sedari dulu
lusa lalu,
ia merajuk-rajuk, manja, tersenyum mesra
menarik tanganku, mengajak menatap gemerlap bintang-bintang
haruskah kuberikan senyumku?
mendekatlah kekasihku
agar semakin dekat ruhku, ruhmu, menyatu
biarkan keduanya bicara, kejujuran
biarkan keduanya hening, berpelukan
biarkan aku yakin, tanpa ragu, tanpa malu
Aku bukan hipokrit,
karena ruh berpasang-pasang
karena ruh cahaya suci Tuhan
karena kumerindu, bosan meremang malam, sendiri
—————————
dikirim oleh Arif Purwanto
—————————