Sangkala Meredup di Ujung Penantian
November 27th, 2006 by N.A.P
Dingin sekali
Lemah
Tak berbatu
Keletah
Kelempai
Menghujat
Kelesa
Menghilang menunggu sang kohong
Terhempas menangis lalu bangun menari-nari
Seperti pajuan yang hilang akan arah
Terperangkap dalam lamunan sukma
Semenggah
Semenggah
Semenjan
Semontung
Sembari bertutur masa lalu yang tersemarai
Semejak
Semeleh
Tarah
Bertapak diujung penantian yang meredup
Segesit sangsam taocang
Menorah peristiwa lalu lagi
Berpetaruh duka
Menarik angkasa kelabu di dalamnya
Kau belum jua kembali
Sebelum ku mengumpat , mencerca, uman
Izinkan aku menangis di pundakmu
Menyentuh sebagai sandaran yang sejati
Aku menantimu…