KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Jemari dan Penaku

Terdiam

Malam itu datang menyambut lembutnya angan

Ku tarik kisahku lalu ku pandang di depan mata

Jemari kabilku yang mungil menyentuh relung hati

Termangu menari-nari diatas kertas

Setiap malam setiap duka dan suka
Jauh diatas yang kubanggakan

Inginku sampai disana

Impian yang kecil bersinar

Yang orang pernah melupakannya
Ketika ku dansakan penaku

Anganku terbang keatas jumantara yang petang

Terjungkir

Lalu berjuntai cepat

Perih
Namun

Asaku rapuh

Apalagi di dalam kelang

Tiada ku mampu berkelana lagi dalam mimpi
Entah kapan ku akhiri semua ini

Bermimpi dengan penaku yang menyurut

Terasing lagi

Tinggalkan Komentar