Jemari dan Penaku
November 27th, 2006 by N.A.P
Terdiam
Malam itu datang menyambut lembutnya angan
Ku tarik kisahku lalu ku pandang di depan mata
Jemari kabilku yang mungil menyentuh relung hati
Termangu menari-nari diatas kertas
Setiap malam setiap duka dan suka
Jauh diatas yang kubanggakan
Inginku sampai disana
Impian yang kecil bersinar
Yang orang pernah melupakannya
Ketika ku dansakan penaku
Anganku terbang keatas jumantara yang petang
Terjungkir
Lalu berjuntai cepat
Perih
Namun
Asaku rapuh
Apalagi di dalam kelang
Tiada ku mampu berkelana lagi dalam mimpi
Entah kapan ku akhiri semua ini
Bermimpi dengan penaku yang menyurut
Terasing lagi