KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Jadikan Aku Pengawal Sejatimu

Sahabat yang indah….Ku berkata tidaklah mudah

Menepi lalu ke jurang bahala iblis

Disana ku lihat babut yang lebih dari permadani

Sahabat yang ku cari….

Aku memang bebal tak sanik seperti baba kecil

Tenggelam memapah kesunyian

Bain diantara tiang-tiang yang merapuh

Terlelap jauh di balad sana

Tak ingin ku balan semua yang kau miliki

Merayu basan terpaku lalu pergi dan mati

Setelah terpasang derita di ujung kepalanya

Melayang memohon diatas raga

Menyentuh hati dan naluri

Terpancar lagi suasana hati

Yang melintas melekat pekat dalam

Rakah setelah rarak berbual

Melelah menyambut duka

Tiada rasian dalam tidurku kini

Tanpa pelerai jiwa yang kaku

Mendendam beku tak terluluhkan

Seperti telau yang membekas

Tergores

Andaikan kau menerimaku

Biarkan aku terlimpah memujamu

Menemani sebagai centeng sejati

Bawab di segala duka dan sukamu

Yang membuka pintu-pintu impian jiwa

Lalu menutup erat semua duka dan lara

Tegal aku sayang padamu

Biarlah hati ini menjagamu tenang

Hilang dari maras dan dengki

Menggenggam cita , citra , dan cinta

Bersimpuh bersama dalam keindahan abadi

Tiada majal yang akan datang

Aku tetap menjagamu

Menemani….

Selama raga dan jiwaku ada untukmu

Utuh….

Hingga mentari tenggelam terakhir dan bumi menjemputku

Terlelap menuju keabadian

Aku berusaha untukmu

Tinggalkan Komentar