Dua Pemabuk
November 26th, 2006 by aldevina
Kereta stasiun kota
Dua pemabuk di dalamnya
.<
Ayo, lebih kencang lagi!
Berteriak dan memakilah!
Tertawa dan tergelaklah!
.<
Terima kasih telah berdiri, duduk di lantai kereta
Terima kasih telah menyapa, mengajak bicara
Dan tolong jangan ganggu wanita berpegangan tiang itu
.<
Tunjukkan santunmu dengan maafmu, aku terima
Tunjukkan pedulimu dengan matikan rokokmu, aku gembira
.<
Dua pemabuk di Jumat senja yang kota,
“Apa kamu teroris? Kamu bawa bom ya di tas itu?”
“Harus ada pihak yang salah supaya ada yang dibenarkan!”
“Pernah kamu rasakan punya anak yang butuh perhatian khusus darimu 24 jam sehari?”
.<
Dan tak perlu rasa kasar padanya karena menurutmu
Tuhan tidak ada dan tidak nyata
Kau tertipu hidupkah.. atau mungkin akulah yang?
Kamu sudah menua, wajahmu pedih dan lelah ingin ku seka
Nafas dan keagungan emas nirwana
(Mungkin banyak bir di atas sana)
.<
Dan sebelum kita tidak lagi berjumpa
Kau masih tetap katakan:
Tuhan tidak ada dan tidak nyata, aku mengiba