KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Dua Pemabuk

Kereta stasiun kota

Dua pemabuk di dalamnya
.<

Ayo, lebih kencang lagi!

Berteriak dan memakilah!

Tertawa dan tergelaklah!
.<

Terima kasih telah berdiri, duduk di lantai kereta

Terima kasih telah menyapa, mengajak bicara

Dan tolong jangan ganggu wanita berpegangan tiang itu
.<

Tunjukkan santunmu dengan maafmu, aku terima

Tunjukkan pedulimu dengan matikan rokokmu, aku gembira
.<

Dua pemabuk di Jumat senja yang kota,

“Apa kamu teroris? Kamu bawa bom ya di tas itu?”

“Harus ada pihak yang salah supaya ada yang dibenarkan!”

“Pernah kamu rasakan punya anak yang butuh perhatian khusus darimu 24 jam sehari?”
.<

Dan tak perlu rasa kasar padanya karena menurutmu

Tuhan tidak ada dan tidak nyata

Kau tertipu hidupkah.. atau mungkin akulah yang?

Kamu sudah menua, wajahmu pedih dan lelah ingin ku seka

Nafas dan keagungan emas nirwana

(Mungkin banyak bir di atas sana)
.<

Dan sebelum kita tidak lagi berjumpa

Kau masih tetap katakan:

Tuhan tidak ada dan tidak nyata, aku mengiba

Tinggalkan Komentar