Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Pengumuman Lomba Menulis Cerpen 2008
KolomKita menggelar lomba menulis cerpen tahun 2008 bertema bebas.
Syarat-syarat naskah yang diikutsertakan dalam lomba:
- Naskah cerpen adalah karya asli dari pengarang, bukan mencontoh atau menyalin karya orang lain.
- Naskah cerpen harus mengacu pada ejaan yang disempurnakan. Sebagai pedoman Anda dapat membaca selengkapnya di situs ini.
- Redaksi hanya menerima naskah yang ditulis di situs KolomKita atau dikirim ke email kami dalam format dokumen MicrosoftWord atau format HTML. Naskah dalam format lain tidak akan diterima.
- Walaupun bertema bebas, Redaksi berhak menolak karya yang tidak sesuai dengan ketentuan umum KolomKita.
Semua tulisan yang termasuk kategori cerpen dan dimuat di situs KolomKita sejak bulan Desember 2007 akan secara otomatis diikutsertakan dalam lomba ini. Batas akhir penerimaan naskah cerpen adalah tanggal 31 Desember 2008.
Hadiah untuk pemenang pertama sebesar Rp. 1.000.000,-.
Hadiah untuk pemenang kedua sebesar Rp. 500.000,-.
Hadiah untuk pemenang ketiga sebesar Rp. 250.000,-.
Pemenang akan diumumkan pada bulan Februari 2009.
Keputusan juri tidak bisa diganggu-gugat.
Selamat berkarya!
Redaksi
Kumpulan Cerita Pendek dan Puisi Terbaru
Selamat datang di KolomKita.Com!
Di sini Anda dapat menemukan kumpulan cerpen, puisi dan cerita sehari-hari dengan bermacam-macam tema seperti cinta, kerinduan, kesetiaan, iman dan pengharapan dan masih banyak lagi.
Jika Anda suka menulis, jangan ragu untuk mengirimkan karya tulis Anda ke meja redaksi baik secara online maupun melalui email redaksi kolomkita.
Agar karya Anda dapat dimuat di situs ini, Anda harus terdaftar sebagai anggota situs ini. Silahkan mendaftar terlebih dahulu di sini.
Selamat menikmati.
Redaksi KolomKita
Dukung situs KolomKita!
Jika Anda senang dengan keberadaan situs ini dan merasakan manfaatnya, Anda dapat turut berpartisipasi dalam mengembangkan situs KolomKita dengan beberapa cara, diantaranya:
- Selalu menggunakan mesin pencari Google yang disediakan di situs ini (lihat di atas).
- Mengunjungi iklan-iklan sponsor yang menarik minat Anda.
- Menginstall Alexa Toolbar pada komputer Anda.
Baca keterangan selengkapnya di sini.
Tak seharusnya dia diam seperti ini.
Selama bertahun-tahun dia hidup, tak pernah ada orang yang tega mengatakan kata sepedih itu. Nyaris telinganya putus karenanya. Entah kenapa, Candra bagai tertusuk pedang yang benar-benar panjang. Candra termenung.
“Aku tahu, kau tak pernah mendengar kata-kata seperti yang kukatakan khusus untukmu. Tapi itu memang pantas. Kau tak akan maju, bila kau seperti ini terus. Percayalah, ini demi kebaikanmu.”
Posted in Cerpen, Cerita Kehidupan, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Fiksi | 1 Comment »
Juli 3rd, 2008 by Stebby Julionatan
- untuk Anna Maria
Kau teguk sisa-sisa hujan dalam cawan itu. Yang isinya berbiak dalam perutmu. Lalu di saat rahimmu bergolak dasyat, kau namai dia Malam.
Kau mengguyurnya dengan tubuh hujanmu. Menisiknya ke dalam selimut petang. Dan meniupkan pijar pengampunan dalam dinding kamarmu yang sesak padat.
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Kerinduan dan kenangan, Resah, Gelisah dan Sedih, Teruntuk, Renungan | 1 Comment »
Juli 3rd, 2008 by Stebby Julionatan
- untuk Kumanosuke Adachi
Pada tanah gelombang, hujan sempat membasahi bibir bumi
melumatnya dalam kecupan yang hambar
ada bandang kekhawatiran
jika retas air itu menyapanya terlalu mesrah
Pada tanah gelombang, ada sebak seekor ternak
yang linglung mendekap punggung kesedihan
sebab ia tak tau kemana pergi sang induk
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Jeritan, Kerinduan dan kenangan, Asa, Resah, Gelisah dan Sedih, Renungan | No Comments »
Juli 3rd, 2008 by penuhtandatanya
Aku di suatu waktu
Berjalan tanpa arah
Di tengah siang yang terik
Berpikir bahwa ketidakpedulian menyenangkan
Aku di suatu waktu
Menangis saat meminum secangkir kopi susu
Karena kegalauan yang membuncah
Aku di suatu waktu
Terjebak dalam lingkaran setan
Berperan dalam satu episode komedi satir
Bullshit…..!!!!
Posted in Puisi, Jeritan, Kelam, Sunyi dan Sepi, Resah, Gelisah dan Sedih, Dendam dan Emosi | No Comments »
Hari yang cerah memberikan terang bagi pengabdi
Wajah yang ceria mencerminkan kemolekan kalbu
Pandanglah bunga-bunga bermekaran di taman
Indahnya memikat hati setiap insan
Harumnya semerbak menusuk sukma
Pandanglah sang fajar pagi yang memancarkan sinar kedamaian
Hiruplah kesejukannya yang menyegarkan jiwa nan lesu
Posted in Puisi, Doa, Syukur dan Pujian | No Comments »
Pertama aku mengenalnya ketika kami mengadakan pelatihan kepemimpinan kaum muda di Tegal Jaya, sekitar 3 kilometer dari kota Denpasar. Saat itu kami berdelapan orang bergabung dalam satu mobil dari salah satu panitia pelaksana. Awalnya kami hanya bertegur sapa dan berjabatan tangan.
“Saya Yoshe.”
“Oh saya Danta.”
Posted in Cerpen, Cerita Kehidupan, Cinta, Keluarga dan Sahabat | No Comments »
Juli 2nd, 2008 by fauzil ikhsan
Aku binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kini puisi itu menjadi cermin dari keadaanku sekarang ini. Seorang seniman yang menjadi binatang jalang. Dan dibuang dari kumpulanku. Semua ini sudah kuperkirakan dari dulu. Saat ketika aku mulai mengenal diriku dikehidupan yang lalu. Kini aku tidak bisa hidup untuk seribu tahun lagi.
Posted in Cerpen, Resah, Gelisah dan Sedih, Motivasi Diri, Renungan | No Comments »
Apa yang telah terjadi pada duniaku
Tak ada lagi yang kurasa menyenangkan
Kemunafikan, keangkuhan, keegoisan, irihati
Semuanya kian merasuk setiap insan
Keramahan yang dulu menghiasi raut wajahmu
Kini semua sirna, seakan di telan kegelapan malam yang menakutkan
Tak ada lagi keakraban diantara sesama
Semuanya telah di perbudak oleh hawa nafsu dan keserakahan
Posted in Puisi, Doa, Syukur dan Pujian, Renungan | No Comments »
Juni 30th, 2008 by vansharju
Tak pernah kualami rasa seperti ini
Kala kurasa kebahagiaan yang hakiki
Ada sesuatu yang menyayat hati
Pedih, bagai tertusuk ribuan duri
Mungkin matamu telah buta
Mungkin telingamu telah tuli
Atau mungkin perasaanmu yang telah mati
Hingga kau tak rasakan hadirku ini
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Resah, Gelisah dan Sedih | No Comments »
Juni 30th, 2008 by penuhtandatanya
Lelaki itu berdiri di altar menatapku. Tersenyum. Senyuman paling indah yang pernah kulihat. Matanya memancarkan sinar kebahagiaan. Dan aku disini, berjalan dengan lambat, mencoba menenangkan degup jantungku. Keraguan itu kembali datang, haruskah aku terus berjalan, ataukah aku berhenti dan lari meninggalkan tempat ini. Bepergian kemana angin membawaku. Semua terlintas kembali di hadapanku.
Posted in Cerpen, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Dendam dan Emosi | No Comments »
Next »